Connect with us

Peluang Bisnis Usaha 2021

Kerajinan Tangan Tradisional

Kerajinan Tangan Tradisional

Bisnis Kerajinan Tangan

Kerajinan Tangan Tradisional


Kerajinan Tangan Tradisional Batik


Kerajinan batik mempunyai beberapa tahapan yang terbilang cukup rumit. Pembuatan batik secara umum melewati tiga tahapan, yakni pemberian malam pada kain, pewarnaan, dan pelepasan lilin dari kain. Kain yang akan dibuat menjadi batik harus dicuci dan direbus beberapa kali untuk menghilangkan sisa-sisa kanji, kapur, atau bahan lain yang masih menempel pada kain.

Kerajinan batik menerapkan standar industrinya sendiri. Standar industri yang ketat membedakan kualitas kain yang digunakan, yaitu Primissima (terbaik) dan Prima. Kualitas kain biasanya ditulis pada tepi desain.

1. Pemberian Malam
Meskipun seni kerajinan batik sangat rumit, namun alat-alat yang digunakan sangat sederhana. Alat utamanya adalah canting, pencedok malam cair yang bercerat. Alat yang cukup akrab dengan kerajinan batik yang pertama adalah canting.

Canting terbuat dari tembaga dengan pegangan dari bambu sepanjang 11 cm. Canting diisi malam cair. Perajin batik kemudian menggunakannya untuk menggambar desain pada kain. Cerat pada canting memiliki beragam ukuran, mulai dari 1 mm untuk desain yang sangat mendetail hingga ukuran-ukuran yang lebih besar untuk mengisi area desain yang lebih lebar.

Berdasarkan ukuran lubang, canting dibedakan menjadi tiga, yakni canting cecek (ukuran kecil), canting klowong (ukuran sedang), dan canting tembok (ukuran besar). Kadang-kadang segumpal kapas dibebatkan pada mulut canting sebagai semacam kuas untuk mengisi area-area yang sangat lebar.

Selain canting, peralatan yang dibutuhkan dalam industri kerajinan batik adalah wajan. Wajan digunakan untuk menampung malam cair. Biasanya wajan terbuat dari besi atau tanah liat. Untuk menjaga agar malam tetap dalam keadaan cair, wajan diletakkan di atas anglo yang menyala.

Batik yang polanya dibuat dengan canting disebut batik tulis. Kerajinan batik memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Pembuatan batik tulis memerlukan waktu hingga 2 – 3 bulan.

Baca Juga :  Cara Keren Bisnis Jual Tanah

Pembuatan batik tulis dengan canting sangat menyita waktu. Untuk memenuhi permintaan pasar yang makin banyak dan menjadikan kain batik lebih terjangkau masyarakat kebanyakan, pada pertengahan abad ke-19 dikembangkan batik cap.

Cap merupakan semacam stempel desain batik dari tembaga yang digunakan untuk menerakan malam pada kain. Dengan menggunakan cap, waktu yang dibutuhkan untuk membuat batik bisa dipangkas hingga 2 – 3 hari saja.

Batik yang dibuat dengan teknik ini disebut batik cap. Cap biasanya digunakan pada industri kerajinan batik berskala besar. Mereka dituntut untuk memenuhi permintaan pasar dalam waktu yang ekstra cepat.

2. Pemberian Warna
Proses selanjutnya dalam industri kerajinan batik setelah pemberian malam selesai, adalah pewarnaan. Kain siap untuk dicelup dengan pewarna. Lamanya pencelupan menentukan kedalaman warna. Warna yang lebih gelap memerlukan waktu pencelupan lebih lama. Selanjutnya, kain direndam air dingin untuk mengeraskan malam.

Jika warna yang diinginkan sudah didapatkan dan kain telah kering, bagian yang telah diberi warna atau bagian lain yang akan diberi warna lain pada tahap pewarnaan selanjutnya, diberi malam kembali.

Untuk proses pewarnaan selanjutnya, bagian yang telah diberi malam kemudian dikerok dengan pisau kecil agar pewarna bisa meresap ke kain. Bagian tersebut kemudian diseka dengan air panas sebelum dicelup pada proses pewarnaan berikutnya. Proses rumit seperti ini sudah menjadi hal yang biasa dalam industri kerajinan batik.

Dalam industri kerajinan batik, jumlah warna pada batik menunjukkan berapa kali kain dicelup pewarna, dan berapa kali malam harus diterakan dan dibersihkan dari kain. Biasanya, semakin banyak warna yang digunakan, harga kain batik akan semakin mahal.

3. Pelepasan Malam
Setelah proses pewarnaan selesai, malam diluruhkan dari kain dengan cara merebusnya dalam air mendidih. Proses pembuangan lilin ini disebut melorot. Proses perebusan untuk menghilangkan malam dilakukan dua kali.

Baca Juga :  Peluang Bisnis Kuliner yang Menggiurkan

Pada perebusan terakhir ditambahkan soda abu (kalium hidroksida) untuk mematikan warna pada kain dan mencegah agar warna tidak luntur. Selanjutnya, kain batik direndam air dingin dan dijemur.

Proses tersebut sekaligus sebagai proses terakhir dalam industri kerajinan tangan tradisional batik. Semua tahapan tersebut akan membentuk kain batik dengan kualitas baik. Proses-proses tersebut juga membuat industri kerajinan batik berbeda dengan industri kerajinan yang lain.kerajinan tangan tradisional yang mudah jawa tengah indonesia jambi timur dan cara membuatnya dibuat asal daerahnya modern barat aceh aneka asalnya bengkulu beserta banten batik boneka kalimantan dari bambu bahan bekas pembuatannya contoh membuat pembuatan seni di suku dayak perhiasan termasuk jenis folklor gambar tekstil hasil 5 lima macam-macam tuliskan jepang jakarta khas papua selatan karya kliping lampung macam produk pengertian perlengkapan tarian riau sumatera utara sederhana sumbawa

Laman: 1 2 3


Kategori Bisnis Kerajinan Tangan

  • Pusat Grosir Murah Pusat Grosir

    Peluang Usaha

    Direktori Alamat Grosir Kulakan Seluruh Indonesia

    Direktori alamat no telepon grosir, distributor, kulakan, produsen, supplier murah di Indonesia. Semua barang lengkap. Cocok untuk toko & dropship serta pelaku bisnis.

  • Trending Topic

    Artikel Terbaru

    To Top