Connect with us

Peluang Bisnis Usaha 2021

Kerajinan Tangan Tradisional

Kerajinan Tangan Tradisional

Bisnis Kerajinan Tangan

Kerajinan Tangan Tradisional


Standar Kualitas


Kerajinan tangan tradisional tak lagi hanya berkutat pada pasar dalam negeri. Memang tak mudah menembus pasar luar negeri karena negara-negara luar, seperti negara-negara Amerika, Eropa, Jepang, dan Australia memiliki standar kualitas yang berbeda dengan Indonesia. Standar kualitas Indonesia umumnya masih lebih rendah. Bahkan tak sedikit produk Indonesia yang dibuat asal jadi.

Perbedaan standar kualitas ini hendaknya tidak menjadikan usaha kerajinan tangan tradisional mundur dan takut untuk menembus pasar luar negeri. Perbedaan standar kualitas ini justru harus dijadikan penyemangat untuk menghasilkan produk kerajinan tangan tradisional dengan kualitas yang lebih baik. Misalnya, kualitas tenunan atau ukiran yang lebih halus, pewarnaan yang lebih indah, jahitan yang lebih rapi, dan lain-lain.

Tak ada salahnya berkompromi dengan permintaan pasar selama tidak mengubah makna filosofi yang terkandung dalam produk kerajinan tangan tradisional tersebut.

Jika bukan kita yang mengangkat seni kerajinan tangan tradisional Indonesia, siapa lagi yang akan melakukannya? Jika kita tidak bangga menunjukkan pada dunia bahwa inilah kerajinan tangan tradisional kita, jangan kebakaran jenggot jika di kemudian hari kerajinan tangan tradisional kita “dipungut” dan diakui milik oleh bangsa lain.


Kerajinan Batik di Indonesia


Kata ‘batik’ merupakan keratabasa dari kata-kata dalam bahasa Jawa amba (menulis) dan titik. Kata batik pertama kali tercatat dalam bahasa Inggris di Encyclopædia Britannica pada 1880. Dalam ensiklopedi tersebut kata ‘batik’ dieja battik. Kerajinan batik dikembangkan dari tradisi membatik masyarakat Jawa.

Yogyakarta dan Surakarta menghasilkan batik dengan makna tertentu yang berakar dari konseptualisasi Jawa mengenai alam semesta. Warna-warna batik tradisional meliputi indigo, cokelat tua, dan putih.

Kerajinan batik di Yogyakarta dan Surakarta mengandung makna tertentu. Pola-pola batik tertentu yang dihasilkan oleh kerajinan batik tersebut hanya boleh dipakai oleh kalangan ningrat.

Baca Juga :  Peluang Bisnis di Indonesia : Menjadi Distributor

Secara tradisi, garis yang lebih lebar atau garis bergelombang yang lebih tebal menunjukkan kedudukan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, dalam upacara-upacara, kedudukan seseorang dapat diketahui dengan memperhatikan kain yang dia pakai.

Kerajinan batik juga mengembangkan beberapa pola yang berbeda di setiap wilayah Indonesia. Beberapa pola unik seperti bunga, alam, binatang, atau cerita-cerita rakyat.

Batik pesisir dari kota-kota pantai utara Jawa, seperti Pekalongan, Cirebon, Lasem, dan Tuban, memiliki warna cerah dan dipengaruhi budaya Jawa, Arab, Cina, dan Belanda. Pada masa penjajahan, batik pesisir menjadi favorit kalangan peranakan Cina, Belanda, dan Eurasia.

Selain di Yogyakarta dan Jawa Tengah kerajinan batik juga cukup kuat di daerah Jawa Barat. Ciamis, Garut, Tasikmalaya, dan Kuningan merupakan daerah penghasil batik yang masing-masing memiliki motif unik. Di luar Jawa, batik juga diproduksi Bali. Sementara dari Sumatra, dikenal batik Jambi, Aceh, Palembang, dan Riau.

Pada 2 Oktober 2009 UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity. UNESCO juga meminta Indonesia menjaga warisan tersebut. Semenjak itu juga kerajinan batik merata ke berbagai wilayah Indonesia.

Laman: 1 2 3


Kategori Bisnis Kerajinan Tangan

  • Pusat Grosir Murah Pusat Grosir

    Peluang Usaha

    Direktori Alamat Grosir Kulakan Seluruh Indonesia

    Direktori alamat no telepon grosir, distributor, kulakan, produsen, supplier murah di Indonesia. Semua barang lengkap. Cocok untuk toko & dropship serta pelaku bisnis.

  • Trending Topic

    Artikel Terbaru

    To Top