Connect with us

Peluang Bisnis Usaha 2021

Sejarah FO, Perbedaan Factory Outlet dan Distro

Factory Outlet

Bisnis Pakaian

Sejarah FO, Perbedaan Factory Outlet dan Distro

Factory Outlet (FO) merupakan sebuah bisnis industry pakaian. Konsep dasar dari bisnis ini adalah menjuaal sisa barang dari pabrik kualitas ekspor. Tak heran, jika baju-baju di factory outlet ini dijual dengan harga miring.

 


Factory Outlet


Seiring dengan berjalannya waktu, FO kini berkembang dan memiliki pabrik sendiri. Dilihat dari manajemennya, bisnis factory outlet ini sangat bergantung dari pemiliknya. FO dulu dan sekarang sudah jauh berbeda.

Awalnya, orang-orang terjun ke dalam bisnis factory outlet ini karena terhimpit desakan ekonomi. Banyak orang yang akhirnya di PHK dan kehilangan pekerjaannya. Hingga akhirnya memutuskan untuk terjun ke bisnis factory outlet.

Namun kini, FO berdiri dilatarbelakangi oleh keinginan untuk membangun usaha sendiri. Factory outlet yang sekarang dipengaruhi oleh trend fashion Amerika, Jepang, Korea, dan lain-lain.

Contohnya, ketika musim hujan, sweater rajutan ala Korea menjadi trend setter. Tak heran, jika akhirnya pada desainer factory outlet ikut terkena demam trend Korea. Hal ini bertujuan, untuk memudahkan mereka dalam menarik minat para konsumen untuk membeli baju di distro miliknya.

Lalu, mengapa FO menjadi tempat yang diserbu banyak orang? Segmen pembeli baju-baju distro pada dasarnya hanya untuk kelangan menengah ke atas. Maklum saja baju-baju di distro dijual dengan harga yang agak tinggi.

Meski harganya tinggi, namun tetap diminati banyak orang. Mode dan gaya pakaian yang ditawarkan di FO memang menarik dan unik. Tak heran, jika kalangan menengah ke atas tak masalah untuk mengeluarkan budget besar untuk mendapatkan baju yang diidamkannya. Kualitas baju yang ditawarkan tak diragukan lagi, sehingga mampu memuaskan para konsumen.

Coba bandingkan baju-baju di factory outlet dengan pusat perbelanjaan toko baju pada umumnya. Walaupun mungkin ada model yang sama, tapi bahannya pasti lebih bagus di FO. Tak heran, jika para artis lebih memilih untuk berbelanja di factory outlet dibanding di toko biasa.

Baca Juga :  Berburu Peluang Bisnis Pakaian

Selain model baju yang lebih bagus, berbelanja di FO juga membuat para artis bisa memilih baju dengan santai. Berbeda halnya jika para artis membeli baju di tempat biasa, tentu saja mereka akkan sibuk melayani para penggemar. Entah untuk melayani keinginan berfoto bersama atau sekedar bersalaman.

Namun untuk acara-acara besar, biasanya para artis merancang sendiri busana yang akan ia kenakan di butik. Hal ini disebabkan, para artis tidak ingin memakai baju yang sama dengan artis lainnya. Untuk itulah mereka membeli satu baju dengan design sendiri.

Saat ini FO mulai bertransformasi. Awal mulanya, FO menjadi bagian dari alternative membeli barang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Namun sekarang, jika ingin berbelanja ke factory outlet, harus siap membeli barang-barang dengan harga yang selangit.

Citra FO prestise-nya meningkat di kalangan masyarakat umum. Saat awal berbisnis factory outlet, banyak pebisnis yang menjual baju di mobil pinggir jalan. Barang-barang yang dijualnya merupakan sisa ekspor yang dijajakan dengan harga miring.

Akan tetapi, factory outlet saat ini tidak melakukan hal itu. Hal ini disebabkan, kini FO memiliki pabrik sendiri. Jika dulu menjual barang-barang sisa ekspor, kini factory outlet menjual pakaian yang dibuat sendiri.

Biasanya para pebisnis factory outlet membuat pakaian dengan ukuran dan model yang berbeda. Dan biasanya pembuatan baju tersebut memerlukan waktu selama 2 minggu atau bahkan 1 bulan, bergantung pada sulit atau tidaknya model baju yang akan dibuat.

Laman: 1 2


Kategori Bisnis Pakaian

  • Pusat Grosir Murah Pusat Grosir

    Peluang Usaha

    Direktori Alamat Grosir Kulakan Seluruh Indonesia

    Direktori alamat no telepon grosir, distributor, kulakan, produsen, supplier murah di Indonesia. Semua barang lengkap. Cocok untuk toko & dropship serta pelaku bisnis.

  • Trending Topic

    Artikel Terbaru

    To Top