Connect with us

Peluang Bisnis Usaha 2021

Agar Buku Kita Laku di Pasaran

Buku Kita

Bisnis Percetakan

Agar Buku Kita Laku di Pasaran

Kenapa buku kita yang sudah diterbitkan kurang laku di pasaran? Kita begitu iri melihat penulis lain yang bukunya begitu laris, bahkan hingga dicetak berulang-ulang. Buku kita? Cetakan pertama pun belum habis terjual. Seharusnya, kita tak layak untuk emosi. Mestinya kita melihat dengan kaca mata positif, bukan dengan kaca mata negatif. Jangan timbulkan rasa iri saat membandingkan buku kita dengan buku penulis lain.

Untuk mendapatkan hal yang sama seperti yang dialami penulis buku lain yang bukunya sudah dicetak berkali-kali, kita harus mendalaminya tak hanya dari sisi isi buku, tapi juga dari kepribadian penulisnya plus cara pemasaran bukunya.

Ketika membaca buku Ippho Santosa, mungkin Anda merasa kebingungan. Kenapa buku yang ditulisnya dengan gaya otak kanan dan cenderung tak memiliki keindahan dari struktur bahasa malah bisa laris di pasaran? Kenapa novel Ayat-Ayat Cinta-nya Habiburrrahman bisa dicetak berulang-ulang, padahal terlalu sempurna sekali sosok Fahri dalam novel tersebut?


Buku Kita vs Buku Penulis Best Seller


Buku Anda menjadi kurang laku di pasaran, secara umum disebabkan oleh sudah adanya tema yang sama ditulis oleh penulis lain. Berbeda dengan buku Ippho Santosa. Ia menulis tema dan cara penulisan tersendiri. Belum ada yang menulis seperti yang dilakukannya. Begitu buku yang dituliskannya jika dirasa ‘renyah’ dinikmati pembaca dan terasa bermanfaat, ia pun berpesan agar bukunya dipinjamkan ke orang lain. Nah, inikan sesuatu yang langka dilakukan oleh penulis lain.

Demikian halnya dengan novel Ayat-Ayat Cinta Habiburrahman. Belum ada sebelumnya penulis yang menuliskan kisah mahasiswa Kairo. Begitu ia menampilkan cerita kehidupan mahasiswa Kairo, plus dengan pandangan Islam terhadap orang non muslim sebenarnya seperti apa. Inikan sesuatu hal yang menarik dan belum pernah dikupas oleh novelis lainnya.

Baca Juga :  Prospek Budidaya Jamur Konsumsi

Jika buku kita ingin laris, seharusnya menuliskan topik dengan gaya penulisan yang jarang ditemukan oleh pembaca. Setiap yang asinglah yang disukai pembaca. Karena itu, jangan kaget kenapa buku tak laku di pasaran. Mungkin desain buku kita juga masih sederhana. Pembahasan yang dipaparkan juga sudah ada yang memaparkannya sebelumnya. Buku kita bukan buku yang pertama membicarakan topik atau gaya tersebut.


Mengenal Cara Pemasaran Buku Ippho Santosa


Selain mengetahui sisi kekurangan buku kita dengan buku orang lain, kita juga harus tahu cara memasarkannya juga. Kali ini saya ingin mengangkat cara pemasaran Ippho Santosa dan Habiburrahman secara sederhana.

Ippho Santosa menggunakan teknik pemasaran yang cukup berbeda dan ada juga yang sama dengan cara pemesaran penulis lainnya. Yang membedakannya adalah, Ippho Santosa tetap memesankan kepada pembeli bukunya untuk meminjam buku yang sudah dibeli dan dibaca. Inikan sesuatu yang aneh? Kok ada penulis yang menyeruh pembacanya untuk meminjamkan buku karangannya, bukan malah menyuruh agar pembaca mengajak rekan-rekannya untuk ikut membeli.

Ippho Santosa berpolitik dalam memasarkan bukunya. Jika dipinjamkan buku tersebut kepada orang lain, maka nama Ippho Santosa akan dikenal. Ia sudah menulis beberapa buku. Sekiranya rekannya pergi ke toko buku dan terbacanya nama Ippho Santosa di judul buku yang lain, maka ia akan membelinya karena ia tahu bahwa cara menulis buku Ippho Santosa terasa renyah dan mengalir.

Dalam setiap buku yang dikarangnya, Ippho Santosa tak lupa mengajak pembaca untuk membaca buku yang lain. Misalnya, saat Anda membaca buku “7 Keajaiban Rejeki”, Anda juga dianjurkan membaca buku “Percepatan Rezeki”. Ketika Anda membaca buku “Marketing is Bullshit”, Anda juga diajak untuk membaca buku “10 Jurus Terlarang!”. Inikan trik yang luar biasa. Menuliskan ide sambil memasarkan buku yang sudah ada.

Baca Juga :  Bisnis Warnet dengan Modal Terbatas

Nah, bagaimana dengan kita? Apakah di dalam buku kita ada juga mencantumkan buku-buku yang lain? Adakah kita meminta orang lain untuk meminjamkan buku sudah dibeli pembaca untuk dipinjamkan kepada rekannya?

Adakah kita mempubliskasikan sedikit dari isi buku kita melalui twitter setiap hari seperti yang dilakukan Ippho Santosa? Inilah sebagian dari cara Ippho Santosa memasarkan bukunya. Tinggal kita sekarang, bagaimana memasarkan buku kita dengan cara yang kreatif dan menghasilkan.

Laman: 1 2 3


Kategori Bisnis Percetakan

  • Pusat Grosir Murah Pusat Grosir

    Peluang Usaha

    Direktori Alamat Grosir Kulakan Seluruh Indonesia

    Direktori alamat no telepon grosir, distributor, kulakan, produsen, supplier murah di Indonesia. Semua barang lengkap. Cocok untuk toko & dropship serta pelaku bisnis.

  • Trending Topic

    Artikel Terbaru

    To Top