Connect with us

Peluang Bisnis Usaha 2021

Beli Barang di Pasar Tradisional atau Pasar Modern?

Beli Barang

Peluang Usaha

Beli Barang di Pasar Tradisional atau Pasar Modern?

Aktivitas jual beli barang lahir dari kebutuhan yang berbeda-beda di masyarakat. Aktivitas ini merupakan salah satu aktivitas tertua yang pernah dilakukan manusia, dimulai dari barter, jual beli barang dengan barang, hingga menggunakan uang seperti saat ini.

Pada awalnya, aktivitas tersebut tidak terkonsentrasi pada satu tempat, yang kemudian disebut pasar, tetapi terjadi di mana saja sesuai kebutuhan. Penjual dan pembeli menyepakati di mana mereka dapat melakukan transaksi.

Kemudian, sekelompok masyarakat menyepakati secara langsung ataupun tidak langsung untuk berkumpul pada satu tempat yang kita sebut pasar saat ini. Penjual dan pembeli bertemu untuk menawarkan barang dagangan atau membeli barang dagangan yang ditawarkan secara langsung.

Pasar terbentuk karena kebutuhan manusia akan barang yang berbeda-beda. Pada perkembangannya, munculah pasar tradisional dan pasar modern. Pasar tradisional bukanlah sesuatu yang asing karena ini merupakan bagian dari peradaban tertua manusia di belahan bumi manapun, sedangkan pasar modern adalah hal yang baru dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.

Perbedaan yang mencolok dari kedua pasar tersebut adalah aktvitas jual beli barang yang dilakukan. Dalam pasar tradisional, aktivitas jual beli barang kebutuhan dilakukan secara langsung dengan menerapkan kegiatan tawar menawar jika dibutukan sehinga aktivitas sosial terjalin secara tidak langsung. Dalan pasar modern aktivitas jual beli barang kebutuhan dilakukan tanpa tawar menawar dan tanpa bertatap muka dengan penjual secara langsung.

Selama ini, pasar modern selalu dijadikan kambing hitam pada kemunduran pasar tradisional, meskipun pasar modern tidak selalu menjadi penyebab dari kemunduran peran pasar tradisional. Benarkah seperti itu? Berikut penjelasannya

 


Beli Barang – Pasar Tradisional


Pasar tradisional adalah pasar yang dikelola secara sederhana dengan bentuk fisik tradisional yang menerapkan sistem transaksi tawat menawar secara langsung, dimana fungsi utamanya adalah untuk melayani kebutuhan masyarakat baik di desa, dan lainnya. Harga di pasar tradisional ini mempunyai sifat yang tidak pasti. Oleh karena itu, bisa dilakukan tawar menawar.

Baca Juga :  Perlukah Membuat Strategi Promosi

Bila dilihat dari tingkat kenyamanan, pasar tradisional selama ini cendurung kumuh dengan lokasi yang tidak tertata rapi. Pembeli tradisional (yang lebih didominasi oleh kaum ibu) memunyai perilaku yang senang bertransaksi dengan berkomunikasi dalam hal penetapan harga, mencari kualitas barang, memesan barang yang diinginkan, dan perkembangan-perkembangan lainnya.

Dalam segi kualitas, barang yang dijual di pasar tradisional biasanya tidak melalui penyortiran yang ketat. Dalam segi kuantitas, barang yang ditawarkan tidak begitu banyak sehingga jika seseorang ingin membeli barang yang diinginkan maka si pembeli akan mencari ke kios yang lain. Untuk beberapa barang, kuantitas barang tradisional lebih banyak.

 


Beli Barang – Pasar Tradisional vs Pasar Modern


Di Indonesia, supermarket lokal telah ada sejak 1970-an, yang masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Supermarket bermerek asing mulai masuk Indonesia pada akhir 1990-an, semenjak dibukanya keran kebijakan invetasi asing dalam sektor usaha ritel pada tahun 1998.

Meningkatnya persaingan telah mendorong kemunculan supermarket di kota-kota kecil dalam rangka mencari pelanggan baru dan terjadi perang harga. Akibatnya, bila pada awalnya supermarket hanya melayani masyarakat kelas menengah ke atas pada era 80-an sampai 90-an, kini konsumen kelas menengah ke bawah dapat mengakses supermarket dan pasar modern sejenis.

Kehadiran peritel modern pada awalnya tidak mengancam pasar tradisional karena segmen pasar yang berbeda. Pada awalnya, usaha ritel modern lebih menjadi alternatif dari pasar tradisional yang identik dengan kondisi pasar yang kumuh, dengan tampilan dan kualitas yang buruk, serta harga jual yang rendah dan sistem tawar menawar konvensional. Namun, kondisi ini sudah banyak berubah. Hypermart, supermarket, dan ritel-ritel modern tumbuh subur saat ini.

Baca Juga :  Bisnis Jual Meja Biliar

Kondisi tersebut muncul sebagai konsekuensi dari berbagai perubahan di masyarakat. Perubahan zaman membuat seseorang membutuhkan kemudahan dalam membeli barang kebutuhan sehari-hari, menuntut hal yang berbeda di dalam aktivitas berbelanja. Hal tersebut ditambah dengan semakin meningkatnya pengetahuan, pendapatan, dan jumlah keluarga berpendapatan ganda (suami istri bekerja) dengan waktu belanja yang terbatas.

Laman: 1 2 3


Kategori Peluang Usaha

  • Pusat Grosir Murah Pusat Grosir

    Peluang Usaha

    Direktori Alamat Grosir Kulakan Seluruh Indonesia

    Direktori alamat no telepon grosir, distributor, kulakan, produsen, supplier murah di Indonesia. Semua barang lengkap. Cocok untuk toko & dropship serta pelaku bisnis.

  • Trending Topic

    Artikel Terbaru

    To Top